Sedang memuat ...
Cisewu, Garut – Maret 2026 – UPT Puskesmas Cisewu terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan edukasi terkait penyakit Tuberkulosis (TBC). Penyakit ini masih menjadi salah satu prioritas penanganan nasional karena tingkat penularannya yang cukup tinggi.


4
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. Penularan terjadi melalui udara, terutama saat penderita TBC aktif batuk, bersin, atau berbicara sehingga mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri.
Kepala UPT Puskesmas Cisewu, dr. Defri Hardeni, M.M, menegaskan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini.
“TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini dan diobati secara teratur. Oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala,” ujarnya.



4
Gejala TBC yang perlu diwaspadai meliputi batuk berdahak selama lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta kondisi tubuh yang mudah lelah.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, termasuk puskesmas.


4
Pengobatan TBC dilakukan melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang harus dikonsumsi secara teratur selama minimal enam bulan. Program ini merupakan bagian dari layanan kesehatan yang disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas. Untuk mendukung hal tersebut, pasien akan didampingi oleh Pengawas Minum Obat (PMO) guna memastikan keteraturan dalam pengobatan.


4
Upaya pencegahan TBC dapat dilakukan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara berjalan baik, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta memastikan bayi mendapatkan imunisasi BCG.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma terhadap penderita TBC. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk membantu proses penyembuhan pasien.
UPT Puskesmas Cisewu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Edukasi mengenai TBC akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui penyuluhan langsung, kegiatan posyandu, maupun media informasi kesehatan lainnya.
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, diharapkan upaya pengendalian Tuberkulosis dapat berjalan optimal. TBC bukan hanya dapat dicegah, tetapi juga dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur.
UPT Puskesmas Cisewu mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sebagai langkah bersama menuju masyarakat yang sehat dan bebas TBC.
Penulis: Promosi Kesehatan UPT Puskesmas Cisewu
Kontributor: Aan Sutiana, SKM
Editor: Tim Website UPT Puskesmas Cisewu